
Petani di Kabupaten Bandung dilarang menanam padi selama satu musim
ke depan. Larangan tersebut datang langsung dari Dinas Pertanian dan
Kehutanan (Distanhutbun) Kabupaten Bandung, untuk alasana kewaspadaan
menghadapo musim kemarau yang bakal datang.
Kendati begitu, pelarangan hanya diberlakukan untuk beberapa daerah
persawahan nonirigasi teknis yang rawan kekeringan. Daerah itu
diantaranya di Panyirapan Kecamatan Soreang, wilayah Kecamatan Solokan
Jeruk, Bojong Soang, Ciparay dan Majalaya.
Kepala Distanhutbun Kabupaten Bandung, Tisna Umaran mengaku telah
membagikan bibit tanaman, seperti jagung, kedelai dan bibit sayuran
dataran rendah secara gratis kepada para petani di Kecamatan Baleendah,
Solokan Jeruk , Majalaya, Nagreg, Rancaekek, Cikancung dan Kutawaringin.
Menurutnya, sejumlah daerah yang mendapatkan bibit gratis tersebut
termasuk pada kategori rawan kekeringan. Pihaknya berharap para petani
di kawasan tersebut tidak menanam padi untuk sementara.
“Sudah kami bagikan bibit tanaman yang tidak terlalu memerlukan banyak air, kami bagikan cuma-cum,” kata Tisna, Selasa (20/8).
Selain memberikan bibit gratis, pihaknya pun memperbaiki sejumlah
irigasi di 25 kecamatan di daerah sentra pertanian padi. Dengan begitu,
saat hujan mulai turun, irigasi siap dipakai dan lebih baik.
“Perbaikannya melibatkan para kelompok tani. Ini sekaligus sebagai bentuk pemberdayaan mereka,” jelasnya.
Lebih lanjut dia menuturkan, meski masih musim kemarau basah, namun
penurunan debit air telah terjadi di beberapa sungai yang biasa digunkan
petani selama ini.
Kabupaten Bandung dengan luas lahan sawah sekitar 13 ribu hektar,
telah mengalami gagal panen tahun 2002 silam bahkan merugikan petani
hingga 42 persen atau sekitar Rp12 milyar lebih.(LIN)